Minggu, 24 Agustus 2014

Mendaki Gunung Papandayan 2665 mdpl Bag.1

AndiSuNesia.Com. Sekali lagi menjejakan kaki di salah satu puncak gunung, Gunung Papandayan 2665 mdpl. Berbeda dengan pendakian sebelumnya, pendakian ke puncak Gunung Papandayan ini terasa sedikit lebih mudah. Bukan karena ketinggiannya yang kurang dari 3000 meter, tetapi karena begitu banyak spot yang luar biasa indah sepanjang rute yang kita lalui.

Dengan tema “Hiking Fun”, pendakian ke Gunung Papandayan ini diikuti oleh 20 Orang yang terdiri dari Saya sendiri (AndiSu), Ade, Arzan, Agung, Fahreza, Hery, Noval, Meri, Kholdun, Irwan, Nirwan, Ajik, Richard, Irman, Destilia, Winny, Sarta, Issa, Tio, dan Melissa. Kebanyakan dari peserta merupakan muka-muka lama dari alumni pendakian sebelumnya di Taman Nasional Gede Pangrango.

Hiking Fun Gunung Papandayan 2014
Tim Pendakian Gunung Papandayan 2014

Sesuai jadwal, kami (17 orang) berangkat dari Jakarta pukul 10.30 p.m dari terminal Cililitan menggunakan bus Primajasa menuju ke Garut. Sampai di Terminal Guntur Garut sekitar pukul 2.30 a.m dan bertemu dengan Noval, Arzan dan Ade yang berangkat dari terminal Kampung Rambutan. Setelah beristirahat sehabis perjalanan Jakarta Garut, kami melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum menuju ke Cisurupan.

"Wisata Alam di Indonesia memang tidak ada pernah habisnya." 

Sampai di Cisurupan, kami menyempatkan diri untuk beristirahat, mengisi perut kami dan membeli bekal tambahan lainnya seperti minuman dan bekal makan siang. Setelah sholat subuh di masjid besar, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Camp Devid menggunakan mobil pick up. Sebenarnya di Terminal Guntur, kita juga bisa menemukan Pick Up yang siap mengantar para pendaki ke Camp Devid di kaki gunung Papandayan. Namun karena alasan pembagian rejeki, banyak pendaki yang menggunakan jasa angkot untuk mengantar ke Cisurupan dan melanjutkan menggunakan Pick up.

Indahnya Sunrise Belatar Belakang Gunung Papandayan
Sunrise Berlatar Belakang Gunung Cikuray
Sampai di Camp Devid, Matahari sudah beranjak tinggi. Agung dan Hery pergi ke pos pendaftaran untuk untuk mendaftarkan kami semua ke petugas, uang pendaftaran ini Rp.5.000,-

Sebelum mulai pendakian, kami terlebih dahulu melakukan briefing dan pemanasan ringan. Tampaknya cukup banyak juga pendaki yang memperhatikan tingkah kami. Hehhehehe.

Pendakian diawali dengan langkah yang cukup mudah, melewati jalanan berbatuan dan melalui bukit yang tidak terlalu terjal, cukup landai malah.



Banyak juga pendaki lain yang memanfaatkan moment Hari Kemerdekaan Indonesia di atas Gunung seperti ini. Entah apa motivasi mereka, yang jelas Kita Cinta Alam Indonesia. :D



Dan yang luar biasanya, kami sudah disuguhi pemandangan langka dan terbilang jarang bahkan di puncak gunung sekalipun. Lautan Awan. Yap, kami disambut dengan lautan awan. Padahal ketinggian kami belum ada di 1500 mdpl.



Melewati kawah dari Gunung Papandayan, udara bercampur belerang tercium pekat sepanjang jalan. Namun kondisi masih dalam kategori aman sehingga kita bisa beristirahat dan mengabadikan momen indah lainnya.

Tak berapa lama, kami sampai di sebuah warung di atas bukit. Tak jauh dari kawah. Kami beristirahat sejenak sambil menikmati jajanan yang dijajahkan di warung tersebut, ada cireng, gorengan dan air minum. Sebenarnya tidak perlu repot ketika mendaki gunung Papandayan ini, akan banyak lagi kita temui penjual diatas nanti.

Wisata Gunung Papandayan Garut Indonesia
Lagi Kumpul Istirahat di Warung :D
Setelah puas beristirahat dan mendokumentasikan aktivitas kami, perjalanan dilanjutkan untuk menuju ke pos selanjutnya. Rute yang kami pilih adalah jalur hutan karena jalur dari kawah Papandayan sedang ditutup akibat sering terjadi longsor.

Lebih jauh memang. Di jalur inilah, Desti terjatuh akibat tergelincir di bebatuan di sebuah sungai kecil yang kami lewati. Tampaknya dia mengalami cedera di tulang ekornya.

Saya, Meri dan Reza melanjutkan perjalanan kami. Sedangkan Desti beristirahat terlebih dahulu dengan di temani oleh Agung. Di depan kami sebenarnya ada Arzan dan Kholdun, mungkin mereka telah sampai di pos 2. Benar saja, ketika sampai di pos 2 kami sudah disambut oleh Arzan dan Kholdun.

Di Pos 2 ini juga akan kita temui sebuah warung yang menjajakan makanan untuk para pendaki. Tampaknya benar-benar seperti Gunung Wisata. Di Pos 2 ini juga kami menyempatkan diri untuk kembali beristirahat sembari menunggu teman-teman yang lain. Disini juga kita diharuskan melapor ke petugas penjaga pos.

Setelah menunggu cukup lama, akhirnya rombongan yang lainnya tiba. Berdasarkan kesepakatan sebelumnya, kami akan menuju ke puncak Gunung Papandayan siang ini. Tapi melihat kondisi beberapa teman yang kurang baik, akhirnya kami memutuskan untuk mendirikan tenda terlebih dahulu di Pondok Seladah.

Indonesia Tourism Mountain Papandayan
Abang Meri dan Abang Ade PeBe
Pondok Seladah berjarak tidak jauh dari pos 2, hanya memakan waktu sekitar 15 menit perjalanan. Pukul 10 pagi kami sudah tiba disana. Di Pondok Seladah ini ternyata sudah ada banyak pendaki lainnya. Entah berapa jumlahnya, yang pasti telah memenuhi semua lahan yang ada.

Di Pondok Seladah ini, kita akan menemukan banyak bunga Edelweis yang tumbuh. Tampaknya masih terjaga.

Setelah berputar-putar, kami akhirnya menemukan tempat untuk mendirikan tenda. Cukup luas. Sepertinya pas untuk mendirikan tiga buah tenda disini dan dengan tambahan fly sheet.

Sembari menunggu yang lain, kami memakan bekal makan siang kami. Saat itu, yang pertama tiba di pondok Seladah bersama saya adalah Meri, Ade, Reza, Issa, Kholdun, Irmen. Yang lainnya sepertinya sedang sibuk mengambil gambar.

Kami beristirahat cukup lama di Pondok Seladah ini. Sekitar pukul 2 Siang tim memutuskan untuk beranjak pindah ke lokasi lain. Tepatnya berada di dalam hutan. Arealnya cukup luas dan datar. Selain itu juga cukup dekat dengan sumber air. Dan jika hujan, kami tidak khawatir jika kebasahan.

Sekitar pukul 4 sore, saya dan sebagian tim memutuskan untuk berkeliling. Niat kami adalah bisa menuju puncak Gunung Papandayan hari ini. Rute yang kami lewati adalah Hutan Mati (death Forest), Tegal Alun, dan Puncak Papandayan. Tapi tampaknya hari ini kami tidak bisa sampai ke puncak mengingat waktu sudah beranjak gelap. Terlalu berbahaya dan kami juga belum mengenal medan yang akan kami lalui.

Tapi kami cukup puas menghabiskan waktu di Hutan Mati dan Tegal Alun. Berikut beberapa dokumentasi yang kami buat.

Death Forest Mountain Papandayan Garut Jawa Barat
Death Forest
Merdeka Indoensia Gunung Papandayan
Happy Indonesia Independence Day
Setelah puas, kami memutuskan untuk kembali ke tenda. Pendakian ke Puncak akan dilanjutkan esok hari.

Happy Independence Day,

Indonesia Independence Day
Sang Saka Merah Putih Berkibar di Puncak Papandayan (Model: @captainPeBe)
Baca kelanjutannya di Mendaki Puncak Gunung Papandayan 2665 mdpl di Hari Kemerdekaan RI.

0 comments:

Posting Komentar

Need Your Comments, Please !!!