Senin, 28 Juli 2014

Serunya Lebaran di Jakarta

Tak bisa mudik bukan berarti kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri tidak bisa kita rasakan. Heehehe. 

Ini adalah kali keduanya saya berlebaran tidak bersama keluarga saya di kampung halaman tercinta. Tahun ini saya memutuskan untuk menikmati hari lebaran di ibu kota Jakarta. Target saya adalah bisa melaksanakan sholat Id di Masjid Istiqlal, Keliling Jakarta dan Silaturahmi ke kediaman Presiden RI. Itulah beberapa rencana yang saya susun untuk bisa menikmati Hari Raya Idul Fitri 1435 H.

Sebelumnya, Saya ucapkan “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H”.

Pada saat-saat seperti ini, Jakarta tampak sangat berbeda dengan hari biasanya. Klo hari normal, Jakarta akan dipadati dengan kendaraan yang lalu lalang di sepanjang jalan ibu kota tak terkecuali di jalan tikus sekalipun. Macet, Suara Klakson, Debu dan sebagainya adalah rutinitas sehari-hari Jakarta. Namun kali ini, Semua itu berbeda. Jalanan tampak lenggang, bahkan untuk mendapatkan angkutan umum pun cukup sulit. Kondisi ini mirip saat dilaksanakannya Car Free Daya. Mungkin hal ini bisa kita maklumi, karena faktanya sebagian besar masyarakat Jakarta adalah perantauan yang bertaruh nasib disini termasuk saya.

Jakarta tampak lenggang
Jadi bisa dibayangkan betapa sepinya Jakarta saat-saat seperti ini. Mungkin itulah salah satu kesan yang mungkin kita dapatkan jika merayakan Hari Raya Idul Fitri di Jakarta.

Bisa Sholat di Masjid Istiqlal Jakarta. Yap, itulah salah satu kenikmatan lainnya ketika kita melaksanakan lebaran di Jakarta. Biasanya, setiap tahun saya hanya bisa melihat melalui siaran televisi pelaksanaan shola tied di Masjid Istiqlal, namun tahun ini saya adalah salah satu jamaah sholat idul fitri di Masjid Istiqlal, Jakarta. Yeah…, saya adalah salah seorang dari 250.000 jiwa yang juga melaksanakan sholat id berjamaah disini. Hihihii, pasti gak mungkinlah muka saya ke sorot di TV diantara lautan manusia.

Sholat Idul Fitri di Istiqlal
Tapi jangan khawatir, saya sempat mengambil foto kondisi sholat id di istiqlal saat khotib sedang berceramah.

Suasana Sholat Id di Istiqlal
Kenikmatan lainnya adalah kita bisa keliling kota Jakarta menggunakan busway dan taksi tanpa perlu khawatir kehilangan waktu. Ya iyalah…bagaimana mau kehilangan waktu jika yang namanya macet aja gak ada disini. Padahalkan macet adalah penyakit akut yang dialamai kota ini. Hihhihhi. 

Jakarta Tampak Sepi
Belum lagi yang namanya antrian panjang di shelter Busway, itu tidak akan kita temukan saat Hari Raya Idul Fitri seperti ini. Tempat duduk di dalam TransJakarta pun pasti tersedia, tidak ada berdesak-desakan dengan penumpang lain. Sungguh nikmat hidup seperti ini, seandainya kondisi ini berlangsung lama dan terus menerus pasti hidup di Jakarta lebih nyaman dan menyenangkan.

Dan nikmat yang paling besar adalah bisa bersalaman dan berjabat tangan dengan Presiden RI dan Istri. Tepat sekali, hahahhaha. Setiap tahunnya, ada agenda rutin dari Istana Kepresidenan untuk mengadakan Open House bagi public saat Hari Raya Idul Fitri. Dan kesempatan kali ini saya mamfaatkan untuk bisa bertemu langsung dengan Presiden RI dan Istri.

Namun sayangnya, kita tidak boleh membawa kamera masuk ke dalam rumah dinas presiden RI. Jadi saya tidak punya dokumentasi. Hiks.

Tapi hal ini bisa saya pahami. Karena mengingat jumlah masyarakat yang antusias ingin bertemu Presiden RI sehingga tidak memungkinkan jika setiap orang ingin berfoto dengan Presiden. Tugas Dokumentasi sudah diserahkan kepada pihak Pers ataupun petugas istana.

Semoga foto saya bisa di Publish. Hehheheheh

Yap, itulah tadi beberapa kenikmatan yang bisa kita dapatkan jika melaksanakan Hari Raya Idul Fitri di Jakarta. Sebuah pengalaman seru yang mungkin tak terlupakan selama lebaran ini.



1 komentar:

  1. Mohon maaf lahir bathin ya.. berkesan saat lebaran kemaren http://winnyalna.com/2014/08/05/suasana-lebaran-di-jakarta/

    BalasHapus

Need Your Comments, Please !!!