Sabtu, 21 Juni 2014

Distribution Control System

Ketika saya duduk dibangku kuliah di jurusan Teknik Elektro, istilah semacam DCS (Distribution Control System), SCADA (Supervisory Control and Data Aquisition), PCS (Process Control System), ataupun PLC (Programmable Logic Controller) masih terdengar asing di telinga. Apalagi bagi mahasiswa tahun pertama. Namun seiring waktu, istilah-istilah tersebut semakin terdengar familiar. Bahkan dalam sebuah kesempatan, terdapat mata kuliah yang mengajarkan tentang itu. 

Distribution Control System
CCR Sumber: google

PLC pertama kali saya pelajari ketika mengikuti praktikum Dasar Sistem Kendali. Saat ini masih menggunakan PLC Omron CPM1A. Sebuah PLC sederhana yang kebanyakan digunakan di dunia pendidikan dikarenakan harganya yang cukup murah dan sudah memiliki fitur-fitur yang memadai untuk memperkenalkan tentang sistem kendali kepada mahasiswa. Kemudian semakin hari semakin banyak PLC yang bisa kami pelajari saat itu, dari beragam brand seperti WAGO, Schneider, Siemens, Alein Bradley.

Memasuki dunia industri untuk pertama kali saat mengikuti kerja Praktek di Pertamina RU III Plaju-Sungai Gerong, saya berkesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana sebuah sistem kendali di Industri bekerja. Saat itu saya ditempatkan di Unit Utilitas Pertamina RU II, dibagian Power Generation. Terdapat 3 unit GTG (Gas Turbin Generator) yang digunakan untuk mensuplay daya ke seluruh pabrik. Dan DCS yang digunakan saat itu adalah Speedtronic Mark V, seingat saya. Selain itu, saya juga diperkenalkan DCS dri brand lain seperti Yokogawa dan FoxBoro. Hanya teoritis saja.

Jadi sebenarnya apa itu DCS?
DCS (Distribution Control System) merupakan sebuah sistem kendali yang dibangun secara terdistribusi untuk bisa mengambil data (Akusisi Data) dan menggunakannya untuk mengontrol satu atau lebih proses-proses dilapangan. Untuk controllernya sendiri, Saat ini DCS umumnya menggunakan sekumpulan PLC yang terintegrasi satu dan lainnya dalam sebuah system besar.

PLC adalah sebuah controller yang dapat diprogram dan diprogram ulang untuk menjalankan, mengendalikan dan mengambil data dari sebuah proses atau lebih. Contoh PLC yang sudah saya sebutkan tadi di awal adalah Omron CPM1A.

Saat saya masih dibangku kuliah, OMRON CPM1A yang kami gunakan masih diprogram menggunakan Ladder Diagram.

Di Tempat saya bekerja saat ini, DCS yang digunakan adalah dari ABB yaitu 800xA untuk mengendalikan proses di Pabrik Semen. Dan kami juga akan menggunakan Simphony Plus dari ABB untuk mengendalikan proses di Power Plant.

Distribution Control System Shimpony Plus
S+ Control HPC 800

Kedepannya, kami ingin mengintegrasikan sistem DCS yang terdapat di Power Plant dan Cement Plant sehingga keseluruhan sistem dapat dikendalikan dan dimonitoring dari satu pusat kendali (CCR).


Keyword: Distribution Control System, DCS, SCADA, PLC, ABB, Simphony Plus, Power Plant, Cement Plant, Pabrik Semen, Control, Controller, OMRON, CPM1A

1 komentar:

  1. gan ane mahasiswa tahun pertama
    mau nanya nih jadi DCS itu sekumpulan PLC yang terintegrasi satu dan lainnya? trus DCS itu ada wujud asli nya ga? (hardware) apa cuma sistem doang (software)
    trus bedanya DCS dan SCADA itu apa ?
    - thx before

    BalasHapus

Need Your Comments, Please !!!