Rabu, 08 Mei 2013

Proses Pembuatan Semen


Sebelum terjatuh di dunia persemenan, saya sebagai orang awam sama sekali tidak mengetahui bagaimana Proses Pembuatan Semen (Cement Manufacturing Process) sebenarnya. Yang saya tahu adalah Semen berasal dari hasil pertambangan itu saja. Jadi ada gunung semen yang kemudian di Tambang dan diolah sehingga layak pakai. Tapi saya salah besar, ternyata semen mengalami proses terlebih dahulu dari bahan mentah hingga menjadi produk semen yang kita pakai saat ini. Untuk lebih jelasnya bagaimana proses pembuatan semen itu, akan saya jelaskan di artikel ini.
Sebelum beranjak lebih jauh, ada baiknya jika kita mengetahui definisi dari semen itu sendiri.
Semen berasal dari bahasa latin “caementum yang berarti bahan perekat. Dalam pengertian umum, semen diartikan “Sebagai bahan perekat yang mempunyai  sifat-sifat  yang mampu mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kompak dan kuat”.
Berdasarkan definisi dari SNI-15-2049-2004, Semen Portland adalah Semen  hidrolisis  yang  dihasilkan  dengan  cara menggiling  terak  semen  portland  terutama  yang  terdiri atas  dan digiling  bersama-sama  dengan  bahan  tambahan berupa  satu  atau  lebih  bentuk  kristal  senyawa  kalsium sulfat  dan  boleh  ditambah  dengan  bahan  tambahan lain.
Setelah mengetahui definisi semen, kita juga harus mengetahui bahan baku dalam proses pembuatan semen. Bahan baku semen terdiri dari Bahan Baku Utama dan Bahan Baku Korektif serta Bahan Aditif. Bahan Baku Utamanya adalah Lime Stone (Batu Kapur) dan Clay (Tanah Liat). Bahan Korektifnya berupa Pasir Silika, Pasir Besi. Bahan Baku ini sebelum mengalami proses disebut sebagai Raw Material. Sedangkan Bahan Aditifnya berupa Gypsum, Trash, Ash, dan lainnya.
Untuk proses pembuatan semen secara umum sangat mudah dan simple. Bahan baku yang diambil dari tambang (Limestone dan Clay) ditambah dengan bahan-bahan lainnya sebagai bahan korektif (Pasir Silika dan Pasir Besi) digiling bersamaan di Mill (Vertical Raw Mill ataupun Tube Mill) dan selanjutnya menjadi Raw Meal.
Raw Meal kemudian dibakar di dalam tanur (Kiln) dan menjadi Klinker (Terak Semen Portland) dan ini disebut sebagai bahan setengah jadi dari semen dan telah memiliki nilai jual namun masih sangat rendah.
Klinker selanjutnya di campur dengan bahan aditif lainnya seperti Gypsum, Trash, dan Limestone sebagai bahan korektif untuk kemudian digiling lagi di Cement Mill dan menjadi semen yang siap digunakan di pasaran. Tentunya setelah mengalami uji kelayakan terlebih dahulu di laboratorium.
Secara Umum Proses Pembuatan Semen dapat dijelaskan oleh diagram Proses Pembuatan Semen berikut ini:
Proses Pembuatan Semen

Dan untuk lebih jelasnya, Proses Pembuatan semen dijelaskan oleh Flowsheet Proses Pembuatan Semen berikut ini:
Proses Pembuatan Semen

Untuk penjelasan yang lebih rinci lagi pada Proses Pembuatan Semen akan dijelaskan pada kesempatan berikutnya.

Materi selanjutnya akan membahas tentang Mesin-Mesin Pabrik yang terdapat di Industri Semen.

0 comments:

Posting Komentar

Need Your Comments, Please !!!