Jumat, 23 November 2012

Lampu “Cerdas” Hemat Energi


Ada banyak Cara untuk berkontribusi dalam penghematan energi Listrik. Nah berikut ini, Andiero akan membahas satu di antaranya yaitu Lampu “Cerdas” Hemat Energi. He…he..he… ada yang bingung ni dengan judulnya kan? . Gak usah bingung dengan judul tersebut karena sebenarnya sangat sederhana. Simak baik-baik. He…he…he…
Ini sebenarnya bukan ide baru, namun Andiero jadi teringat lagi ketika melihat Lampu di Mess kami masih menyala saat hari telah terang. EM...mungkin anak-anak masih tidur atau malas mematikan lampu tersebut. Lumayankan, Bisa melakukan Penghematan listrik di Mess. Semoga Bermamfaat.
Gambar Lampu Masih Menyala Meski Hari sudah Terang
Lampu “Cerdas” Hemat energy
Lampu “Cerdas” Hemat energy atau lebih tepanya lampu otomatis dapat menyala sendiri di Malam hari dan Mati ketika Hari Sudah terang.  Hem…bagaimana caranya?. Tepat sekali, dengan memamfaatkan Sensor Cahaya atau Photodetector.
Berikut ini adalah contoh Rangkaian Lampu “Cerdas” Hemat Energy
Gambar Rangkaian Lampu Cerdas Hemat Energi

Gambar Lampu Mati saat Terang Hari
Lampu Menyala saat Gelap
Sederhana Bukan. Jadi dengan penggunaan Rangkaian diatas diharapkan kita bisa menggunakan Listrik sesuai kebutuhan. Sangat Cocok dengan kita yang sibuk Kuliah atau sibuk Bekerja dan sering lupa untuk mematikan lampu yang kadang tidak perlu. Selain untuk Lampu, sebenarnya bisa juga diterapkan pada peralatan listrik yang lain.
Mulailah Dari Yang Kecil, Mulailah Dari Diri Sendiri Dan Mulailah Dari Sekarang.”
“Hemat Energi sedini mungkin untuk masa depan yang lebih baik”

Sangat Kecil tapi bermamfaat. Jadi dengan Rangkaian Lampu "Cerdas" Hemat Energi ini, Kita telah berkontribusi dalam penghematan energi Listrik. Coba banyangkan, berapa besar energi listrik yang bisa kita "Save" jika satu rumah menggunakan listrik dengan seefisien seperti ini.
Baca Juga Artikel Saya tentang:

Update Materi Dari Beberapa Teman:
Quote:
Anonim mengatakan...

 bro... mau nanya nih.. brapa jumlh safe cost yg bs dihemat dalam 1 minggu dan perbulannya? asumsi aj bro buat pemkaian 1 lamp

Quote
Gulfa Andi Sutrisno mengatakan...
@Anonim2:
Kita Asumsikan Lampu yang kita Gunakan 20 Watt. dan Jam Tidak efektif dari Nyala Lampu adalah dari pukul 5 pagi hingga pukul 6 Sore total 13 Jam sehari. Untuk Daya Rumahan 2200 KwH.
Daya yang digunakan Perminggu:
P = 20x13x7 = 1820 wH = 1,820 KwH
Daya yang digunakan Perbulan :
P = 20x13x30 = 7800 wH = 7,8 KwH

Berdasarkan Perpres no 8 tahun 2011, Tarif Dasar Listrik Untuk Daya 2200 KwH :
Rp/KwH = 650

Jadi saving Cost Perminggunya untuk Sebuah Lampu dengan Daya 20 Watt:
Cost = 650x1,82 = Rp.1.183, -

Jadi saving Cost PerBulannya untuk Sebuah Lampu dengan Daya 20 Watt:
Cost = 650x7,8 = Rp.5.070, -

Coba Bayangkan Jika Terdapat 10 Buah Lampu di Satu Rumah Yang Menyala di Siang Hari Setiap Harinya.

Lumayan Kan.
Quote
winnyradc mengatakan...
gan, ane mau nanya ada gak sih hubungan pengehematan lsitrik dengan penghematan BBM ? secara gan, isu BBm langka lagi terjadi di kupang. terimakasih atas penjelasannya !!

Quote
Gulfa Andi Sutrisno mengatakan...
Beberapa Tipe Pembangkit yang digunakan PLN masih menggunakan Bahan Bakar Fosil, Seperti PLTD, PLTU, dan PLTG.
Dengan mengurangi penggunaan listrik tentu saja secara tidak langsung menggurangi penggunaan bahan bakar fosil tersebut.
Termasuk BBM karena PLN juga KOnsumen PERTAMINA.
:)


42 komentar:

  1. Tulisan yang menarik dan bermanfaat, aplikasinya simpe dan memang sesuatu itu yang dimulai dari yang kecil, Untuk menghemat energi itu perlu kesadaran diri, kayak ditulisan ini mungkin kadang lalai atau lupa untuk mematikan listrik padahal itu sesuatu yang mudah!! tulisan yang bermanfaat andiero!! lets saving world with saving energy, start from now!!

    BalasHapus
  2. @winnyradc : Thanks Winny, Tepat sekali.
    Aplikasi seperti ini cukup simple dan murah tetapi memiliki mamfaat.


    BalasHapus
  3. Tulisan Ÿª♌g bermanfaat,coba bayangkan apabila ini di aplikasikan dirumah2 dalam sehrinya kemungkinan akan menghemat daya setengah dari pemakaian perharinya,,coba bayangkan apabila diaplikasikan dalam 1minggu?1bulan ?1tahun atau seterusnya??bermanfaat sekali gan,,,,thank

    BalasHapus
  4. mas bro, pengen tahu prinsip kerja masing-masing komponen yang dipakai sehingga rangkaian bisa bisa bekerja sebagai "lampu cerdas hemat energy".

    BalasHapus
  5. @anonim: Tepat Sekali!!! Apalagi jika aplkasi ini di terapkan di Gedung-gedung kantoran.

    BalasHapus
  6. @Risky:
    Rangkaian itu terdiri dari rangkaian sensor, Rangkaian Control, dan Rangkaian Beban.
    Untuk Rangkaian sensor disana kita gunakan Resistror Variable Resistasnsi 100KOhm dan juga sensor Photodetector (Yg digunakan LDR).
    Rangkaian Sensor ini menggunakan Prinsip kerja pembagi tegangan. Silakan Baca tentang Rangkaian Pembagi tegangan.
    Ketika Sensor Photodetector mendeteksi cahaya, maka nilai resistansinya akan menurun tergantung intensitas cahaya tersebut. Sehingga arus dapat mengalir ke rangkaian control dan mengaktifkan Transistor.
    Ketika transistor ini aktif, maka arus dapat mengalir melalui coil dari Relay (RL1) yang kita gunakan. Sehingga Kontak dari Relay akan berpindah dari NO ke NC, dan NC ke NO.
    Pada rangkaian tersebut, Rangkaian Beban (Lampu) kita hubungkan ke Kontak NO sehingga di siang hari Lampu akan Padam.

    BalasHapus
  7. bro... mau nanya nih.. brapa jumlh safe cost yg bs dihemat dalam 1 minggu dan perbulannya? asumsi aj bro buat pemkaian 1 lamp

    BalasHapus
  8. @Anonim2:
    Kita Asumsikan Lampu yang kita Gunakan 20 Watt. dan Jam Tidak efektif dari Nyala Lampu adalah dari pukul 5 pagi hingga pukul 6 Sore total 13 Jam sehari. Untuk Daya Rumahan 2200 KwH.
    Daya yang digunakan Perminggu:
    P = 20x13x7 = 1820 wH = 1,820 KwH
    Daya yang digunakan Perbulan :
    P = 20x13x30 = 7800 wH = 7,8 KwH

    Berdasarkan Perpres no 8 tahun 2011, Tarif Dasar Listrik Untuk Daya 2200 KwH :
    Rp/KwH = 650

    Jadi saving Cost Perminggunya untuk Sebuah Lampu dengan Daya 20 Watt:
    Cost = 650x1,82 = Rp.1.183, -

    Jadi saving Cost PerBulannya untuk Sebuah Lampu dengan Daya 20 Watt:
    Cost = 650x7,8 = Rp.5.070, -

    Coba Bayangkan Jika Terdapat 10 Buah Lampu di Satu Rumah Yang Menyala di Siang Hari Setiap Harinya.

    Lumayan Kan.

    BalasHapus
  9. gan, ane mau nanya ada gak sih hubungan pengehematan lsitrik dengan penghematan BBM ? secara gan, isu BBm langka lagi terjadi di kupang. terimakasih atas penjelasannya !!

    BalasHapus
  10. Beberapa Tipe Pembangkit yang digunakan PLN masih menggunakan Bahan Bakar Fosil, Seperti PLTD, PLTU, dan PLTG.
    Dengan mengurangi penggunaan listrik tentu saja secara tidak langsung menggurangi penggunaan bahan bakar fosil tersebut.
    Termasuk BBM karena PLN juga KOnsumen PERTAMINA.
    :)

    BalasHapus
  11. gimana yah gan kalau bahan bakar gk ada lagi?

    BalasHapus
  12. beri penjelasan lg yg lengkap ama tambahi informasi tntng listrik dan energi

    BalasHapus
  13. @Winnyradc: Ya siap-siap kamu gak bisa naik mobil atau motor dengan BBM lagi. Siap-siap jalan kaki atau naik sepeda untuk berkilo-kilo meter.

    Tapi saat ini kan sudah dicari solusi atas masalah ini.
    Seperti penggunaan kendaraan listrik, dan ada juga yang menggunakan angin.

    BalasHapus
  14. @REndi:OK gan, Terima Kasih Atas Sarannya.

    BalasHapus
  15. tulisan menarik brother, cocok diaplikasikan di pabrik semen..

    BalasHapus
  16. @Dannis : Terima Kasih Mas Bro. Jika diterapkan di Pabrik Semen pasti besar sekali mamfaatnya.
    Tapi Pak Ade udah mengusahakannya segera terealisasi.

    BalasHapus
  17. keren ini bos, perlu di kembangkan lebih lanjut, tidak hanya untuk di mess pabrik, tapi untuk semua yang memakai listrik, karena dengan itu kita mulai dan berusaha menjaga keseimbangan. pihak pemerintah yang terkait perlu melihat ini sebagai solusi yang cerdas.. lanjutkan bos..

    BalasHapus
  18. ini bisa di terapkan di semua pabrik, tidak hanya di pabrik semen, tapi pabrik yang menggunakan bahan bakar minyak, listrik dan energi lainnya.. berawal dari hal kecil untuk menghemat sesuatu yang besar.. di kembangkan saja ini bro, untuk skala yang besar, semoga pemerintah memerhatikan ide kreatif insinyur-insinyur dalam negeri nya sendiri yang pintar dan cerdas seperti anda..

    BalasHapus
  19. @Agung Achmad: Sepakat.
    Alat ini dapat diaplikasikan dimana saja. tidka hanya di mess. harapan saya di setiap rumah, gedung dan pabrik.

    BalasHapus
  20. Kedepannya saya berencana membuat Rumah Cerdas Hemat Energi. Dengan mengaplikasikan beragam sensor di dalamnya.
    Seperti Sensor PIR. Misal ke Listrik di TV, Jadi jika sensor tidak mendeteksi Orang di Dekat Area TV maka listrik yang mengalir Ke TV akan diputus.
    Sensor Temperature (Rangkaian Thermometer Digital) + sensor PIR. Jika Suhu dalam ruangan normal dan tidak ada orang berarti AC/Kipas Angin Mati. Jika ada orang dan Suhu ruangan Normal, AC/Kipas angin Mati. Dan jika ada orang dan suhu lebih dari normal, AC/Kipas Angin Menyala.
    Penggunaan Solar Sel.
    Dan Masih banyak lagi.

    Ada yang mau jadi Donatur untuk "Prototipe Rumah Cerdas Hemat Energi ini"
    :P

    BalasHapus
  21. ".hemat energi hemat biaya."

    teknologi yang sangat aplikatif.

    Terima kasih atas share ilmunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Anonim3:
      Terima Kasih...
      Slogan Lama ya:
      "Hemat Energi Hemat Biaya" Tapi masih kuat.

      Hapus
  22. sebuah ide yg menarik untuk sebuah penghematan,
    tapi apakah photodetector dapat membedakan cahaya yg dideteksinya, seperti membedakan cahaya matahari dengan cahaya lampu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Dedi Damhudi : Terima Kasih Kawan.
      Pertanyaan yang sangat cerdas!!!
      Tergantung dari type dari Photodetector yang kita gunakan.
      Jika yang kita gunakan dengan nilai resistansi yang tinggi yang berubah terhadap scala iluminasi yang besar seperti cahaya matahari (10^5 iL/m^2).
      maka tak perlu khawatir dengan cahaya lampu.
      Tapi type yang digunakan di rangkaian ini adalah yang biasa kita gunakan yang juga sensitif terhadap cahaya lampu.
      jadi Untuk mengatasi hal tersebut kita cukup memasang sensor jauh dari lampu tersebut.
      Contohnya: Pasang dibagian atas lampu dan mengarah ke Sumber Cahaya matahari.

      Hapus
  23. Ini Adalah Sesuatu Ya

    BalasHapus
  24. tulisan menarik brother, cocok diaplikasikan di pabrik semen.. Sungguh Hebat

    BalasHapus
  25. Aslmkm. Wr. Wb.

    Andiero, salut atas usahanya dan kreatifiatasnya.
    Semoga kedepannya, bisa semakin kreatif dan sukses serta mampu menghasilkan inovasi2 yang brilian.

    Andiero, menurut saya upaya ini sudah sangat baik, namun untuk dapat lebih memaksimalkan nilai efektivitas dan efisiensi dari hal tersebut juga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu:
    - Sudah tentu kan colokan listrik pada alat listrik tersebut harus dipastikan tetap tercolok agar dapat stand by untuk hidup meskipun sedang tidak dipakai. Namun, pasti masih ada arus listrik yg mengalir dari kontak tersebut yang dapat menimbulkan sejumlah biaya dibandingkan dicopot langsung dari stop kontak.
    - Energi alternatif sebagai pengganti energi listrik dari PLN seperti pemakaian baterai atau perangkat lainnya yg dapat digunakan. Seperti: dengan memanfaatkann energi yg diperoleh dari panasnya matahari yg disimpan pada baterai atau perangkat lainnya.

    Jadi, alangkah baiknya jika kedua hal tersebut diperhatikan dan ditemukan solusi terbaiknya sehingga dapat semakin memperkaya nilai2 efektivitas dan efisiensi dari penggunaan alat2 listrik di sekitar kita.

    Salam sukses^^~
    Wslmkm. wr. wb.

    Ichsan Tri Aditya P.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikum salam wr.wb
      Thanks Ichsan...
      1. Kontak dari Relay sebenarnya sama saja dengan kontak pada Stop Kontak yang ada di dinding rumah kita. Hanya saja cara kerja kontak ini adalah dengan memamfaatkan arus listrik untuk mengenergize coil dari relay sehingga menimbulkan medan magnet yang akan mengaktifkan kontak. Arus ini relatif kecil +-100mA dan bisa didapatkan dari baterai ataupun Adaptor.
      2. Saya sepakat untuk menggunakan energi alternatif, tidak menutup kemungkinan kedepannya penggunaan solar sel menjadi pilihan di kota-kota besar.
      Terima kasih untuk saran dan masukannya. ditunggu yang lainnya

      Hapus
  26. Balasan
    1. kenapa pusing bacanya gan.
      apakah gaya tulisan dan penyampaian saya terlalu sulit untuk dicerna ya?

      Hapus
  27. coba di aplikasikan dengan sebuah produk sederhana gan"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih untuk masukannya kak!!!
      :)

      Hapus
  28. Ini Patut Di Kembangkan Di Beberapa Wilayah/daerah Di Indonesia Yang Tidak Memiliki Aliran Listrik.. Agustin Saputra Nilham

    BalasHapus
  29. Gan Kalau Bisa Blognya Di Kasih Lagu Ya Biar Orangnnya Liat Tambah SemanGat Seperti Lagu Jason Mraz,Bilionare,Welcome To My Life,You Makes Beautiful

    BalasHapus
  30. ini murni penemuan anda, kenapa tidak di paten kan saja" nanti ci copy orang lho.. rugi,

    BalasHapus
  31. Blog ini memiliki Tulisan kreatif dan unik Ini Masuk Katagori 10 Keajaiban Dunia Persi Bloger

    BalasHapus
  32. Latar Belakang Back Ground Yg Bagus Tulisan Yg Kreatif+Kreasi yg bagus dan lebih Kreatif Terdapat di bloG ini

    BalasHapus

Need Your Comments, Please !!!