Minggu, 31 Januari 2010

Interfacing Serial Port DB 9

Konsep Komunikasi serial pada Komputer

     Komunikasi serial ialah pengiriman data secara serial (data dikirim satu persatu secara berurutan), sehingga komunikasi serial jauh lebih lambat daripada komunikasi paralel.. Serial port lebih sulit ditangani karena peralatan yang  dihubungkan ke serial port harus berkomunikasi dengan menggunakan transmisi serial, sedang data di computer diolah secara paralel.
    Oleh karena itu data dari dan ke serial port harus dikonversikan ke dan dari bentuk paralel untuk bisa digunakan. Menggunakan hardware, hal ini bisa dilakukan oleh Universal Asyncronous Receiver Transmimeter (UART), kelemahannya kita butuh software yang menangani register UART yang cukup rumit dibanding pada parallel port.Kelebihan dari komunikasi serial ialah panjang kabel jauh dibanding paralel, karena serial port mengirimkan logika “1” dengan kisaran tegangan –3 V hingga –25 V dan logika 0 sebagai +3 Volt hingga +25 V sehingga kehilangan daya karena panjangnya kabel bukan masalah utama.     Bandingkan dengan port paralel yang menggunakan level TTL berkisar dari 0 V untuk logika 0 dan +5 Volt untuk logika 1. Berikut contoh bentuk sinyal komunikasi serial . Umumnya sinyal serial diawali dengan start bit, data bit dan sebagai pengecekan data menggunakan parity bit serta ditutup dengan 2 stop bit. Level tengangan -3 V hingga +3 V dianggap sebagai undetermined region.
Gambar.1 Bentuk sinyal serial
Komunikasi melalui serial port adalah asinkron, yakni sinyal detak tidak dikirim bersama dengan data. Setiap word disinkronkan dengan start bit, dan sebuah clock internal di kedua sisi menjaga bagian data saat pewaktuan (timing).


Peralatan Komunikasi Serial

            Hardware pada komunikasi serial port dibagi menjadi 2 (dua ) kelompok yaitu  Data Communication Equipment (DCE) dan Data Terminal Equipment (DTE). Contoh dari DCE ialah modem, plotter, scanner dan lain lain sedangkan contoh dari DTE ialah terminal  di komputer. Spesifikasi elektronik dari serial port merujuk pada Electronic Industry Association (EIA) :
“Space” (logika 0) ialah tegangan antara + 3 hingga +25 V.
“Mark” (logika 1) ialah tegangan antara –3 hingga –25 V.
Daerah antara + 3V hingga –3V tidak didefinisikan /tidak terpakai
Tegangan open circuit tidak boleh melebihi 25 V.
Arus hubungan singkat tidak boleh melebihi 500mA.


Berikut tampilan port serial DB9 yang umum digunakan
  
                           Gambar.2 Port DB9 jantan                           
Gambar.3 Port DB9 betina
Konektor port serial  terdiri dari 2 jenis, yaitu konektor 25 pin (DB25  dan 9 pin (DB9) yang berpasangan (jantan dan betina).Bentuk dari konektor DB-25 sama persis dengan port paralel
Tabel 1. Jenis Sinyal RS232 yang umum  digunakan

Alamat Port dan IRQ
    Alamat standar serial port adalah sebagaimana tampak dalam Tabel 12.2. Hal ini masih dengan catatan bahwa mungkin ada komputer yang memiliki alamat port dan IRQ yang berbeda dengan alarnat di bawah ini, misalnya pada komputer PS/2 yang menggunakan Micro Channel Bus.


Tabel.2 Alamat dan IRQ  port serial
    
Konverter Logika RS-232
               Jika peralatan yang kita gunakan menggunakan logika TTL maka sinyal serial port harus kita konversikan dahulu ke pulsa TTL sebelum kita gunakan, dan sebaliknya sinyal dari peralatan kita harus dikonversikan ke logika RS-232 sebelum di-inputkan ke serial port. Konverter yang paling mudah digunakan adalah MAX-232. Di dalam IC ini terdapat Charge Pump yang akan membangkitkan +10 Volt dan -10 Volt dari sumber +5 Volt tunggal. Dalam IC DIP (Dual In-line Package) 16 pin (8 pin x 2 baris) ini terdapat 2 buah transmiter dan 2 receiver.   

Gambar.4 Rangkaian IC MAX 232

1 komentar:

  1. mas, untuk program vb yang interfacing led, nyala lampu lednya kan bergantian, kalo bikin lampu lednya nyala bersamaan gimana codingnya??

    BalasHapus

Need Your Comments, Please !!!