Pendakian ke Gunung Gede Pangrango

Sebagian besar dari kami adalah pendaki pemula, namun di pendakian perdana ini sudah dihadapkan dengan badai besar selama perjalanan menuju ke Alun-alun Surya Kencana, Taman Nasional Gede Pangrango.

Mendaki Puncak Gunung Papandayan

Gunung Papandayan kami pilih dengan alasan medannya yang terbilang cocok untuk pendaki pemula. Apalagi dalam tim kami kali ini ada 6 orang wanita yang juga ikut dalam pendakian.

Candi Gedong Songo di Kaki Gunung Unggaran

Letaknya yang sangat strategis, terletak di lereng gunung Unggaran membuat kompleks Cagar Budaya Candi Gedong Songo dimita oleh wisatawan.

Dul Muluk, Seni Teather Asli Indonesia

Mungkin tidak banyak yang tahu, jika Palembang juga memiliki pementasan seni teater seperti ludruk, wayang orang, dan Lenong. Dul Muluk, itu sebutan untuk pentas seni teather asal Palembang, Sumatera Selatan. -AndiSuNesia.Com-

Mesin-Mesin Industri Semen

Pembangunan di Indonesia semakin pesat, hal iniberdampak besar terhadap permintaan semen yang semakin tinggi. Industri Semen saat ini semakin tumbuh. Banyak Investor asing yang kini menanamkan modal mereka di bisnis yang satu ini. -AndiSuNesia.Com-

Selasa, 07 Juni 2016

Prinsip Kerja Sensor Thermocouple || Prinsip Kerja Sensor Termokopel

Pada bahasan sebelumnya tentang Sensor Temperature, telah dijelaskan sedikit mengenai sensor Thermocouple atau dalam bahasa Indonesia penyebutannya menjadi Termokopel. Thermocouple berasal dari kata "Thermo" yang berarti Suhu dan "Couple" yang berarti sepasang. Sehingga secara sederhana dapat kita artikan Thermocouple sebagai sepasang kawat yang berbeda jenis yang apa bila kedua ujungnya dipanaskan maka akan terdapat beda potensial diantara keduanya.

Prinsip Kerja Sensor Thermocouple
Vertical Roller Mill

Namun sebenarnya bagaimana cara kerja atau prinsip kerja dari sensor Termokopel ini dalam mendeteksi perubahan suhu itu sendiri?

Berdasarkan sejarah, Pada Tahun 1821 Thomas Johann S, seorang Fisikawan Estonia menemukan sebuah konduktor yang apabila diberi panas maka akan menghasilkan energi listrik. Hal ini disebut sebagai ThermoElectric, yang nantinya menjadi cikal bakal dari prinsip kerja Thermocouple itu sendiri.

Sebagai simulasi, silakan perhatikan rangkaian sederhana dari Sensor Thermocouple berikut ini ;

Prinsip Kerja Thermocouple
Prinsip Kerja Thermocouple

Dari gambar diatas, dapat dijelaskan mengenai Prinsip Kerja Sensor Thermocouple || Prinsip Kerja Sensor Termokopel. Dimana ketika temperature antara titik pengukuran dan titik referensi sama, maka beda potensial diantara kedua konduktor tersebut adalah nol. 

Namun ketika pada titik pengukuran kita berikan sumber panas sehingga temperature berubah pada titik pengukuran, maka antara konduktor 1 dan konduktor 2 akan terjadi beda potensial yang besarnya sebanding dengan perubahan temperature yang terukur (Delta V = V1 - V2).

Beda potensial yang dihasilkan diantara kedua konduktor tersebut berkisar dalam range 1 mikrovolt hingga 70 mikrovolt. Dalam Dunia Industri, Nilai ini sudah dibuatkan dalam standar tertentu untuk type dan jenis konduktor yang digunakan. Sehingga akan terdapat jenis dan Ragam Sensor Thermocouple yang ada.

Type Thermocouple

Range Thermocouple berdasarkan Type

Keyword: Prinsip Kerja Sensor Thermocouple, Prinsip Kerja Sensor Termokopel, Prinsip Kerja Sensor, Prinsip kerja Thermocouple, Prinsip Kerja Termokopel, Prinsip Kerja, Thermocouple, Termokopel

Minggu, 05 Juni 2016

Sensor Temperature

Hampir di banyak industri, Temperature menjadi parameter penentu sebuah proses. Indikasi temperature bisa menjadi tolak ukur sebuah proses tersebut menghasilkan kualitas produk yang baik atau tidak.

Seperti contoh proses penggilingan semen. Temperature yang masuk ke dalam mill harus dipantau besarnya untuk menjaga kandungan air dalam material bisa dilepaskan. Jika hal ini tidak dilakukan maka nilai moisture dalam semen yang dihasilkan akan cukup tinggi. Bahkan diatas nilai standar yang berlaku.

Vertical Roller Mill Pfeiffer
Vertical Roller Mill

Contoh lainnya adalah temperature sebuah bearing motor. Temperature Bearing motor umumnya dijaga dikisaran 40-60 Derajat Celcius. Jika Indikasi Temperature Bearing sudah mencapai 75 maka akan ada alarm yang datang (Warning Alarm) atau jika sudah melebihi 80 derajat celcius maka motor tersebut harus stop, Fault Alarm.

Temperature Bearing Fan
Temperature Monitoring di Bearing NDE Fan

Di Industri, Sensor Temperature ini adalah salah satu instrumentasi yang paling banyak digunakan dan juga banyak jenisnya seperti Sensor Thermocouple, RTD, Pyrometer, Temperature Scanner dan sebagainya.

Materi Terkait "Sensor dan Transducer"

Sabtu, 28 Mei 2016

Sensor dan Tranducer

Tranducer adalah suatu alat yang dapat mentransmisikan suatu energi dalam bentuk energi itu sendiri atau yang lainnya.
Sensor merupakan bagian dari tranducer itu sendiri yaitu suatu alat yang dapat mendeteksi gejala atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi semisal energi listrik.

Gambar Pressure Gauge
Persyaratan umum Sensor dan Tranducer
1. Linearitas
2. Sensitivitas
3. Tanggapan Waktu
Contoh sensor dan tranducer yang banyak digunakan dalam suatu Industri adalah sebagai berikut:

Selasa, 09 September 2014

Pendakian ke Gunung Gede 2958 mdpl

Para Penakluk Badai di TN.Gede-Pangrango

Kami bukanlah pria-pria kesepian, bukan juga sang Arjuna yang mencari cinta. Tapi kami adalah Anak Muda yang bersemangat dan menyukai tantangan. Walaupun sebagian besar diantara kami adalah jomblo, hehehhehe.

Entah dari mana ide mendaki gunung ini berawal, yang pasti ini adalah keinginan dari teman-teman yang menginginkan sebuah moment pertemuan yang berbeda dan berkesan. Kemudian ide mendaki gunung tercetus. Dengan dikordinir oleh Heri dan Noval, dipilihlah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai destinasi pendakian kami. Total 16 orang terdaftar dalam tim pendakian ke TN.Gede Pangrango dan semuanya…Pejantan Tangguh, hehehhehe.

Dalam tim pendakian ini, hampir seluruh anggota dari tim ini tidak memiliki pengetahuan tentang mendaki gunung, hanya Heri yang anggota MAPALA dan Noval yang ketua Pramuka di masing-masing kampus mereka dulu. Pengetahuan mereka tentang gunung cukup mumpuni dan pengalamannya tidak diragukan lagi. Selain itu ada Bang Colin dan Bobi yang sudah pernah ikut dalam pendakian sebelumnya di Gunung Rinjani. Sedangkan yang lainnya tidak pernah memiliki pengalaman apapun tentang gunung begitu juga dengan saya, tidak pernah sama sekali mendaki dan ini adalah pengalaman pertama saya. 

Hiking Gunung Gede Pangrango
Tim Pendaki Gn.Gede
Heri dan Noval mengatur semuanya termasuk administrasi dan pembagian tugas, jadwal pendakian sudah ditetapkan namun ada satu masalah yang membelit tim pendakian kami. Dari informasi panitia, jika semua jalur pendakian sudah penuh kecuali satu jalur, Salabintana. 

Salabintana merupakan rute terpanjang untuk menuju ke puncak Gunung Gede dan selain itu terkenal dengan kesulitannya. Ada lagi rintangan yang sering dihadapi oleh pendaki yang melalui jalur ini, Pacet dan serangga. Tidak banyak pendaki yang melewati jalur ini karena alasan tersebut apalagi untuk pendaki-pendaki pemula. Kami sendiri awalnya berencana melalui rute Gunung Putri yang merupakan jalur terpendek untuk sampai ke puncak dan alternative lainnya adalah melalui jalur Cibodas. Tapi semua jalur itu sudah penuh dan ditutup untuk pendaftaran baru.

Tapi hal itu tidak menyurutkan niat kami untuk tetap melakukan pendakian. Semangat teman-teman yang tergabung dalam tim sedang tinggi-tingginya dan hal ini adalah awal yang positif untuk tim. Jumat malam pukul 8, kami berangkat dari basecamp kami di Jakarta dengan menggunakan mini bus yang sudah dibooking seminggu sebelumnya. Cukup jauh ternyata perjalanan kami, tampaknya tengah malam kami baru sampai di penginapan di dekat pintu gerbang Salabintana. Kami mengisi perut terlebih dahulu sebelum beristirahat guna pendakian esok harinya.

Sabtu pagi, setelah selesai sarapan dan menyiapkan semua perlengkapan dan logistik, kami terlebih dahulu melakukan brefieng kecil terkait pendakian yang akan kami lakukan hari ini dan juga melakukan pemanasan ringan. Selanjutnya kami menuju ke Post 0 dimana panitia penjaga pintu gerbang sudah menanti kedatangan kami, tampaknya sang penjaga agak kurang yakin dengan tim kami. Hheheheh, jangan underestimate gitu dong Bang!

Dengan penuh semangat, semua anggota tim melangkah dengan pasti melewati jalur Salabintana ini. Udara segar melewati paru-paru kami, suara burung dan serangga terdengar dengan damainya berpadu dengan suara air yang mengalir. Tampaknya daerah ini masih begitu terjaga. Kawasan Hutan di Taman Nasional Gede Pangrango ini masih dilindungi oleh Pemerintah, namun meskipun demikian masih terdengar para perusak hutan dan pemburu liar di sekitar kawasan TN.Gede Pangrango.

Jam-jam pertama perjalanan kami berjalan dengan lancar, tidak ada masalah yang berarti. Hanya nyamuk dan pacet saja yang menghalangi perjalanan kami dan sesekali harus berhenti untuk membersihkan sisa-sisa darah yang menetes. Namun keadaan semakin sulit manakala satu persatu dari anggota tim mengalami kram di kakinya. Tapi kondisi ini tidak menyurutkan semangat tim untuk tetap melanjutkan perjalanan, formasi tim terus diganti dan sesekali istirahat diperlukan untuk mengembalikan kondisi badan semua anggota tim.

Saya sendiri memamfaatkan waktu istirahat ini untuk menikmati suasana hutan hujan tropis yang masih asri. Menghirup sebanyak mungkin udara segar dan mensyukuri apa yang masih terjaga disini. Hal langkah yang sulit ditemukan di Jakarta. 

Setelah selesai beristirahat, kami kembali melanjutkan perjalanan. Selangkah demi selangkah jalur setapak ini kami lewati, teriakan-teriakan semangat kami lontarkan sepanjang perjalanan agar tetap fokus ke pendakian. Kadang-kadang juga bernyanyi layaknya pasukan TNI yang sedang olah raga di jalanan. Hehheheh.

Jalur pendakian ini kian lama kian terjal. Sesekali kami harus melewati rintangan berupa pohon-pohon tumbang. Belum lagi tanjakan-tanjakan kecil yang menambah kesulitan pendakian ini. Kabut mulai naik dan membatasi jarak pandang kami. Harus tetap fokus dan selalu bersama anggota tim adalah hal utama. Karena jika kami hilang fokus dan salah melangkah, jurang di kira dan kanan kami sudah menanti.

Stop-Stop!! Teriakan dari salah seorang anggota tim, lebih tepatnya saya lupa siapa yang memberikan instruksi untuk berhenti. Entah apa gerangan yang terjadi. Yang pasti Bang Ari duduk terkapar diatas bebatuan. Tampaknya kram parah dialamainya. Urat di kaki Bang Ari berdenyut-denyut dengan cepat seolah-olah sedang dipompa dan akan meledak. Kondisi yang tampaknya cukup gawat. Bang Richard, Heri dan Noval cepat tanggap menghadapi kondisi ini. Perlengkapan bang Ari langsung diturunkan. Kakinya langsung diluruskan agar darah bisa mengalir dengan normal. Salep otot dioleskan dengan perlahan dan hati-hati agar tidak salah urut nantinya.

Kondisi ini semakin dipersulit dengan datangnya hujan. Pejalanan kami sendiri belum setengahnya. Semakin deras, semakin deras dan semakin deras hujan melanda kami di dalam hutan hujan tropis. Pakaian kami basah kuyup dan tidak sempat memasang pelindung anti hujan. Barang bawaan kami semakin berat terasa di punggung hal ini disebabkan karena basah oleh air hujan. Jalanan semakin licin dan terjal. Dilihat dari raut wajah teman-teman tampak dengan jelas kelelahan dan semangat yang membara diawal tadi seakan sudah lenyap.

Agung tampaknya tidak dapat melanjutkan perjalanan, dia ingin pulang meskipun kakinya tetap melangkah maju kedepan. Noval terus memberinya semangat. Bang Ari dipanggul oleh teman-teman lainnya sedangkan barang bawaannya diangkut oleh Irman. Bang Colin dan Bobi sudah lebih dulu mendaki, mereka mendapatkan tugas untuk segera sampai di Alun-Alun Surya Kencana dan segera mencari lokasi yang bagus untuk mendirikan tenda. 

Hujan diatas gunung seperti ini berbeda dengan hujan yang kita alami di kota. Ini lebih terasa seperti badai, yap Badai ketimbang hujan biasa. Angin menderu-deru dan rintikan-rintikan hujan terasa jauh lebih besar dan tajam menusuk ke kulit. Menyulitkan pandangan. Ditambah lagi udara dingin di puncak gunung semakin menambah level kesulitan yang kami alami saat itu. Tapi dengan sisa tenaga dan sisa semangat, kami terus melaju ke depan. Karena kembali pulang bukanlah pilihan.

Heri memberikan instruksi pada saya untuk menyusul Bobi dan Bang Colin yang sudah jauh meninggalkan kami. Segera dirikan tenda dan panaskan air!!! Dengan Sigap saya melangkah melewati jalanan setapak dan rintangan didalam hutan. Terlihat perbedaan fauna yang menunjukan jika puncak sudah dekat. Benar saja, setelah melewati semak terakhir itu, saya melihat hamparan hijau luas membentang, ada Edelweis disana, tepat di kaki gunung Gede. Diantara Badai besar yang sedang berkecamuk, saya terpaku dan diam sejenak. Bersyukur dan berteriak kepada rekan-rekan saya yang masih berada dibawah, Sampai!!!, Kita Sampai di Alun-alun!!!. Tapi dimana Bobi dan Bang Colin?

Diantara semak ini, saya tidak bisa menentukan jalur yang akan saya lewati. Tapi sekilas saya melihat sebuah tanda, seperti pita yang terbuat dari plastik melilit diantara semak. Tampaknya ini adalah tanda yang dibuat oleh Ranger Hutan. Saya mengikut tanda itu dan menuntun saya ke Padang Edelweis. Disana ada Bobi dan Bang Colin. Segera dirikan tenda! 

Saya segera menurunkan daypack saya dan juga membantu bang Colin dan Bobi menurunkan Carriernya. Segera kami mengeluarkan tenda yang ada didalamnya. Lokasi untuk mendirikan tenda sudah ditetapkan. Berada diantara tenda pendaki yang lain. Sebenarnya cukup banyak pendaki yang sudah berada disini. Tapi sepanjang perjalanan kami di jalur Salabintana tidak ada seorangpun yang kami temui. Tampaknya jalur yang kami gunakan ini memang sedikit peminatnya.

Mengingat disini ada Bobi dan Colin, saya serahkan tugas mendirikan tenda dan memasak air pada mereka. Saya memutuskan untuk kembali ke tim dan membantu apa saja yang bisa saya lakukan. Saya mencoba untuk menuntun mereka segera sampai ke tenda. Satu per satu anggota tim sampai dengan selamat.

Hujan semakin redah di Alun-Alun Surya Kencana. Namun udara dingin menusuk kulit. Saya sendiri kehilangan suhu tubuh dengan cepat, sebuah kondisi yang cukup berbahaya diatas gunung, Hypotermia. Namun saya tahu pasti pertolongan pertama yang bisa dilakukan saat seperti ini, makan. Makan apapun yang bisa kau temukan, untuk ada bekal roti yang bisa digunakan untuk mengganjal perut. Dan satu lagi, hal yang tidak pernah saya lakukan. Merokok. Hahhaha, enam batang rokok lewat begitu saja. Enam batang rokok penolong saya.

Hal paling lucu dan mengagetkan kami adalah, Meri dan Agung. Dalam kondisi seperti itu mereka tertidur di padang rumput di Alun-Alun Surya Kencana. Pernah saya membaca buku jika tertidur dalam kondisi dingin seperti itu, kita bisa tidak terbangun lagi selamanya. Mer, Mer, Meri!!! Teriak saya membangunkan Meri. Cukup kaget karena dia merespon cukup lama. Untung saja ia segera terbangun. Belum lagi Agung., teman yang satu ini terkenal karena hobi tidurnya. Dimanapun dia berada, dia bisa tertidur dengan pulasnya. Hal ini juga cukup mengkhawatirkan dalam kondisi seperti ini.

Tiga buah tenda sudah didirikan. Kompor sudah dinyalakan dan Air sedang dimasak. Dengan kondisi pas-pasan dan apa adanya, diatas gunung kami membuat minuman. Secangkir untuk bersama. Cukup menghangatkan. Benar-benar suasana kebersamaan yang tak terlupakan.

Heri dan Noval, mereka yang juga menyiapkan makanan untuk kami. Anggota tim yang lain mempersiapkan bahan makanan. Ada beras, Nasi, Mie, Sosis dan pasta. Cukuplah untuk kami semua.

Hujan gerimis masih berlanjut. Seakan hujan diatas gunung ini tidak akan berhenti. Benar-benar kondisi yang cukup berat untuk kami, basah kuyup, kelelahan, dan terjebak didalam badai.

Dalam tenda yang terdiri dari 5 orang per tendanya, kami saling menghangatkan. Tampaknya sepanjang malam, hujan badai terus melanda kami. Air hujan pun sampai masuk ke dalam tenda dan membasahi matras. Tenda kami bergoyang-goyang tertiup angin dengan cukup kencangnya. Malam kami lewati dengan beristirahat. Semoga esok hari badai cepat berlalu.

Minggu pagi, suara rintikan hujan masih terdengar dari dalam tenda. Tampaknya diluar masih hujan gerimis. Pagi ini kita tidak akan bisa melihat sunrise, satu lagi rencana pendakian kami buyar. Hehhehehe, memang alam tidak pernah bisa ditebak.

Saya ingat, saat itu pukul 9 pagi, seberkas sinar mentari masuk dan merayap diantara celah di tenda kami. Ternyata hujan sudah benar-benar berhenti, cahaya mentari yang hangat yang sangat saya rindukan menghangatkan kami. Mentari bersinar dengan cerahnya di Alun-Alun Surya Kencana. Akhirnya, kami bisa beraktivitas dengan normal. Semua anggota tim sudah terbangun. Sarapan pagi sudah disiapkan. Barang-barang kami yang berantakan akibat badai sudah dirapikan lagi. Sampah-sampah hasil semalam sudah dimasukan kedalam kantung sampah dan siap diangkut.

Di Alun-Alun Surya Kencana ini, ada satu hal yang juga tidak bisa kita lupakan. Buang Hajat di alam liar. Hahaha, saya pribadi tidak sempat melakukannya, hanya Aldrin, Meri dan Agung saja yang sempat melakukannya. Saya hanya buang air kecil saja diantara semak dan bunga Edelweis, hihiihi.

Setelah semua sudah siap, kami kembali memutuskan melanjutkan perjalanan. Bang Ari dan yang lainnya sudah dalam kondisi yang baik. Puncak Gunung Gede sudah jelas terlihat dari Alun-Alun Surya Kencana. Tinggal sedikit lagi kami akan sampai ke puncak dan membuktikan ketangguhan kami. Cielah, hahahhaha.

Tidak memakan waktu cukup lama, akhirnya kami semua sampai dengan selamat menuju ke puncak Gunung Gede. Sebuah pengalaman berharga yang tak akan pernah bisa terlupakan.

Sebenarnya, dalam pendakian ini kami juga berencana untuk mendaki puncak Gunung Pangrango. Namun melihat kondisi tim yang kurang siap sehingga dengan keputusan bersama kami mengurungkan niat tersebut. Dengan mendaki puncak Gunung Gede ini saja, kami sudah cukup puas dan sangat senang. Mungkin lain kesempatan saya bisa mendaki puncak gunung Pangrango.

Jalur Cibodas kami pilih sebagai jalur untuk menuruni puncak. Di Jalur ini, akan banyak kita temui orang yang dating kesini karena jalur Cibodas merupakan daerah wisata yang cukup popular. Disini ada sumber mata air panas dan menarik cukup banyak wisatwan yang dating kesini.

Perjalanan turun dari puncak gunung ini juga menjadi pengalaman yang berkesan. Banyak cerita yang terjadi dan kami alami. Si Agung, tiba-tiba seperti orang kesurupan ketika berada di jembatan setelah pos 1 di jalur Cibodas. Dia berlari-lari dengan bersemangat, padahal kakinya sedang bermasalah. Hahahaha, dasar si Agung. Padahal jalan ke Pos Utama masih lumayan jauh.

Inilah kisah petualang kami, Para Penakluk Badai di Taman Nasional Gede Pangrango. Sebuah petualangan yang meninggalkan begitu banyak kesan yang akan kami ingat kelak hingga hari tua. Namun pendakian ke Gunung Gede Pangrango ini bukanlah pendakian saya yang terakhir. Setelah itu, dengan tim yang sama meskipun tidak lengkap-kami juga mendaki Gunung Sindoro di Wonosobo Jawa Tengah.

Jalur Salabintana, TN.Gede - Pangrango

Keyword: Taman Nasional, Gunung Gede, Gunung Pangrango, Salabintana, Cibodas

Jumat, 05 September 2014

Terios, Petualangan dan 7 Surga Tersembunyi di Indonesia

Terios, Petualangan dan 7 Surga Tersembunyi di Indonesia

Siapa yang menyangka jika sebuah mobil, petualangan, dan Indonesia bisa berkolaborasi menghasilkan perpaduan yang indah nyata. Hal ini sudah dibuktikan oleh PT Astra Daihatsu Motor (ADM) dengan menyelenggarakan sebuah event bertajuk Terios 7 Wonders: Hidden Paradise 2013. Bertepatan dengan momen peluncuran Daihatsu Terios Facelit terbaru di kuartal ke 3, 2013 lalu.

Terios 7 Wonders: Hidden Paradise 2013 merupakan sesi kedua dari event akbar Terios 7 Wonders, dimana sebelumnya telah diadakan event sejenis yaitu Terios 7 Wonders: Sumatera Coffee Paradise. Pada sesi kedua ini, tim Terios 7 Wonders akan menjelajah dan menguak 7 lokasi Jawa – Pulau Komodo yang memiliki potensi wisata luar biasa ibarat surga yang tersembunyi dan layak untuk dikunjungi selama ekspedisi.

Desa Sawarna, Merapi, Tengger, Baluran, Sade Rambitan, Dompu, dan Pulau Komodo. Sebuah perjalanan dan petualangan panjang menembus 3000 km membutuhkan sosok yang sangat tangguh, Daihatsu Terios. 

“Setidaknya Tagline pada sosok Daihatsu Terios anyar “Discover the New Adventure” begitu senada dengan ekspedisi Terios 7 Wonders: Hidden Paradise 2013”, 

Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

7 Bukti Ketangguhan Daihatsu Terios

Pertualangan tim Daihatsu Terios 7 Wonders dalam menguak surga tersembunyi di Nusantara telah membuktikan performa ketangguhan Daihatsu Terios Facelit yang baru saja diluncurkan oleh PT Astra Daihatsu Motor Indonesia di tahun 2013. Berikut ini adalah 7 bukti ketangguhan Daihatsu Terios yang AndiSuNesia.Com berhasil rangkum dari artikel-artikel selama perjalanan mereka tersebut:

1. Terios tangguh menaklukan jalanan aspal mulus dan berliku, Desa Sawarna
Infrastruktur jalan menuju ke Desa Sawarna saat itu ternyata sudah cukup baik. Aspal mulus mendominasi sepanjang perjalanan tim menuju ke Desa sawarna. Lika-liku jalanan Cikidang – Pelabuhan Ratu – Bayah dengan beraspal mulus ternyata cukup membuat beberapa penumpang bosan. Untuk saja fitur entertainment Audio/Video Double DIN sudah tersemat di Terios Facelit teranyar tersebut sehingga dapat membunuh kebosanan tim.

Jalanan Berliku menuju ke Desa Sawarna
Jalanan berliku menuju ke Desa Sawarna
2. Terios tangguh beraksi di jalanan berdebu hasil erupsi Merapi
Jalanan berpasir dan bebatuan mekanik menyeruak dimana-mana sebagai sisa dari erupsi gunung Merapi beberapa tahun yang lalu. Jalanan yang tergerus erupsi pun menjadi tantangan tersendiri oleh tim Terios 7 Wonders. 

Seolah ingin menguji performa Daihatsu Terios Facelit, tim mencoba menaklukan trek yang menantang di lereng Merapi dalam sesi Lava Tour. Selain itu, Lava Tour tersbut menjadi wisata yang unik dan menarik.

Menguji Nyali di Lava Tour Merapi
Menguji nyali di Lava Tour Merapi
3. Terios Tangguh melewati trek ekstrim, Tengger
Performa Terios mulai menunjukan tajinya. Trek tanjakan, turunan dan berliku sukses dilakoni Terios. Bahkan trek ekstrem Senduro – Ranupani nan menantang. Mesin 1.495 cc 4 silinder DOHC VVTi langsung merespon,. Terios bertenaga 109 dk/6.000 rpm dan torsi 145 Nm/4.400 rpm ini seolah tidak kehabisan amunisi merangsek menuju Desa Ranupani, Lumajang JAwa Timur yang notabene desa Tengger terakhir menuju jalur pendakian Gunung Semeru.

Trek Ekstrim Tengger
Trek Ekstrim Tengger
4. Terios Tangguh meredam guncangan akibat jalanan rusak, Baluran
Untungnya Daihtasu membekali suspensi yang sangat baik pada Terios sehingga mampu meredam guncangan akibat jalanan rusak menuju ke Afrika di ujung Jawa ini. 

Jalanan Rusak dan Bebatuan di Baluran
Jalanan Rusak dan Bebatuan di Baluran
5. Terios Tangguh meladeni jalanan rusak dan berdebu, Sade Rambitan
Jalanan rusak dan berdebu mendera 7 unit Terios. Singkatnya butuh transporter tangguh untuk menuju ke Pink Beach setelah dari desa Sasak. Untungnya Terios mampu meladeni hal tersebut dan menyudahi perjalanan pertualangan tersebut dan sampai ke Pink Beach.

Salah satu sisi terbaik di Sade Rambitan
6. Terios Tangguh melaju di aspal mulus, Sumbawa-Dompu
Jalan mulus dengan kualitas aspal numero uno bisa langsung dirasakan dalam perjalanan ini. Jalur Sumbawa – Dompu menjadi keasyikan tersendiri saat melaju bersama 7 unit Daihatsu Terios. Liak liuk jalan bisa dinikmati dengan apik bersama SUV Daihatsu.

Aspal Mulus Sumbawa
Aspal Mulus Sumbawa
7. Terios Tangguh menjadi yang pertama berlabuh di Pulau Komodo
“Inilah kali pertama sosok transporter hadir di Pulau Komodo. Sekali lagi, istimewanya sosok tersebut Daihatsu Terios dalam misi Terios 7 Wonders:Hidden Paradise Jakarta – Komodo Islands 2013.”

Berlabuh di Pulau Komodo mengukuhkan ketangguhan Daihatsu Terios yang telah menempuh perjalanan 3012 kilometeer dari Jakarta – Pulau Komodo.

Terios Berlabuh di Pulau Komodo
Berlabuh di Pulau Komodo



7 Keunggulan Daihatsu Terios

Selain tangguh, ternyata Daihatsu Terios juga memiliki sejumlah keunggulan sebagai sebuah Mobil Sahabat Petualang. Inilah 7 Keunggulan Daihatsu Terios Facelit Versi AndiSuNesia.Com:

1. 7 Seat SUV
Daihatsu Terios merupakan SUV pertama dan mungkin satu-satunya yang memiliki 7 unit kursi penumpang. Kini petualangan kita bisa lebih seru dilakukan beramai-ramai bukan?

7 Seat SUV
2. GPS Built-in
Tak perlu khawatir lagi jika anda tersesat ketika berpetualang di tempat baru.  Daihatsu Terios sudah dilengkapi dengan GPS yang siap menuntun kita ke tempat tujuan yang kita inginkan.

GPS Built-in
3. Audio/Video Double DIN
Fitur entertaiment tak lupa juga disematkan di dashboard, jadi kita bisa memainkan musik dan video kesukaan kita selama perjalanan. 

Audio/Video Double DIN
4. Dual SRS AirBag
Daihatsu Terios Facelit kini telah dilengkapi oleh Dual SRS AirBags sesuai standard keamanan ASEAN NCAP. 

Dual SRS AirBags
5. Anti-Lock Braking System
Selain adanya Dual SRS AirBags, Daihatsu Terios juga dilengkapi dengan Anti-Lock Braking System yang berfungsi untuk mencegah roda mengunci saat pengereman mendadak (panic brake). 

Anti Lock Braking System
6. MacPherson Strut
Daihatsu Terios memiliki suspensi yang sangat nyaman. Goncangan akibat melewati jalanan yang rusak dan bebatuan diredam dengan sangat ciamik oleh suspensi MacPherson suit-nya yang handal sehingga tetap memberikan kenyaman bagi penumpangannya.

Suspensi MacPherson Strut 
7. Mesin Tangguh
Dengan dapur pacu 1.495 cc 4 Silinder DOHC VVTi menghasilkan tenaga 109 dk/6.000 rpm dan juga torsi 145 Nm/4.400 rpm, Daihatsu Terios mampu menaklukan semua medan mulai dari aspal mulus, jalanan rusak, bebatuan, tanah maupun pasir dan debu. Semua dilibas dengan mesinnya yang tangguh. Selain bertenaga, Daihatsu Terios juga hemat bahan bakar.

Mesin Daihatsu Terios

7 Best Momen Terios 7 Hidden Paradise
Pada sesi ini, AndiSuNesia merangkum momen-momen terbaik Terios 7 Wonders : Hidden Paradise 2013 versi AndiSuNesia.Com sendiri. Hehehhee, jadi gak boleh ada yang protes yah!

Hidden Paradise #1: Desa Sawarna
Sebuah lokasi wisata yang luar biasa yang berjarak tak jauh dari Jakarta, Desa Sawarna. Dengan konsep desa ramah lingkungan, ternyata Sawarna menyimpan banyak keindahan alam seperti Sunset di Pantai Tanjung Layar.

Hidden Paradise #1: Desa Sawarna
Hidden Paradise #1: Desa Sawarna
Hidden Paradise #2: Desa Kinahrejo di lereng Gn.Merapi
Erupsi gunung Merapi beberapa tahun silam ternyata membawah berkah tersendiri bagi masyarakat di lereng gn.Merapi. Lava Tour, sebuah wisata yang menarik dan unik menawarkan tantangan tersendiri bagi mereka yang ingin mencari trek offroad. Bermain dengan debu dan pasir.

Hidden Paradise #2: Kinahrejo, Merapi
Hidden Paradise #2: Kinahrejo, Merapi
Hidden Paradise #3: Bromo Tengger Semeru
Berkumpul bersama di sebuah pawon sambil bercengkrama dan menikmati santapan khas masyarakat Tengger merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa. Ditambah lagi dengan bermalam dalam tenda dan diselimuti udara malam yang dingin dan dihiasi oleh langit penuh bintang. Luar biasa.

Hidden Paradise #3: Desa Tengger
Hidden Paradise #3: Desa Tengger
Hidden Paradise #4: Taman Nasional Baluran
Afrika di ujung pulau Jawa. Benar-benar sebuah ekosistem yang eksotis layaknya negeri Afrika. Hewan liar dimana-mana, Taman Nasional Baluran.

Hidden Paradise #4: Taman Nasional Baluran
Hidden Paradise #4: Taman Nasional Baluran
Hidden Paradise #5: Desa Sasak, Lombok
Kearifan lokal berpadu dengan keindahan alam yang eksotis. Kaya budaya dan juga kaya tradisi. Desa Sasak begitu kaya dengan potensi wisatanya yang sangat membanggakan.

Hidden Paradise #6: Sumbawa-Dompu
Hidden Paradise #5: Desa Sasak, Lombok
Hidden Paradise #6: Sumbawa - Dompu
Jalanan beraspal halus nomor satu membuat perjalanan tim Terios 7 Wonders jauh lebih nyaman. Apalagi keindahan dan panorama menghibur sepanjang jalan. Susu kuda liar menjadi target utama tim, bisa merasakan langsung kenikmatannya di negeri asalnya, Pulau Sumbawa.

Hidden Paradise #6: Sumbawa-Dompu
Hidden Paradise #6: Sumbawa-Dompu
Hidden Paradise #7: Pulau Komodo
Berlabuh di Pulau Komodo, sebagai akhir dari perjalanan panjang Daihatsu Terios dalam serangkaian event Terios 7 Wonders: Hidden Paradise. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan seluruh tim dan juga penyelenggara. Menjadi yang pertama bisa hadir di Pulau Komodo, begitu istimewanya sosok Daihatsu Terios.

Hidden Paradise #7: Pulau Komodo
Hidden Paradise #7: Pulau Komodo
Artikel Terios, Petualangan dan 7 Surga Tersembunyi di Indonesia diikut sertakan dalam lomba blog Terios 7 Wonders: Amazing Celebes Heritage oleh Vivalog dan Daihatsu Indonesia.

Bukti Screenshoot Like dan Follow Daihatsu Indonesia dan Follow VivaLog

Screenshoot
Bukti Share di Twitter
Keyword: Terios 7 Wonders, Daihatsu Terios, Hidden Paradise, Indonesia