Bagi teman-teman yang mencari contoh rangkaian sensor air, berikut ini Andiero akan bagikan contoh rangkaian sensor air sederhana namun memiliki kinerja yang efektif jika kita gunakan.
Rangkaian sensor air ini hanya memamfaatkan transistor sebagai saklar otomatis dalam prinsip kerjanya. Sebelum kita mulai lebih jauh lagi, ada baiknya jika kita terlebih dahulu mengumpulkan komponen elektronika untuk membuat rangkaian sensor air.
Dunia Elektronika butuh Rangkaian Sensor Air Sederhana. Adapun komponen yang kita butuhkan antara lain sebagai berikut:
- Transistor 2N2222A
- Relay 5 Volt atau yang 12 Volt
- Resistor 1kOhm atau 100kOhm
- Buzzer/Speaker
- Kawat 2 Buah
Untuk contoh rangkaian sensor air ini adalah sebagai berikut:
Gambar Rangkaian Sensor Air
Sedikit penjelasan mengenai Prinsip Kerja Rangkaian Sensor Air diatas adalah sebagai berikut:
Fungsi utama rangkaian sensor air tersebut adalah untuk memberitahukan kita ketika permukaan air telah meninggi atau jika kita gunakan dalam bak air maka rangkaian sensor tersebut dapat memberitahukan kita jika bak air telah penuh.
Ketika permukaan air menyentuh ujung-ujung kedua kawat, maka arus listrik dari baterai akan mengalir dan mengaktifkan saklar otomatis. Saklar otomatis tersebut juga akan mengaktifkan relay sehingga Buzzer akan menyala dan memberitahukan pengguna jika Bak air telah penuh.
Bagi anda yang tinggal di tempat yang rawan banjir, Rangkaian sensor air tersebut dapat kita gunakan juga untuk memberitahukan kita jika permukaan air telah meninggi. Hal tersebut pernah saya alami ketika rumah saya kebanjiran dan air telah menggenangi sebagian kamar saya.
Untuk itu, kita dapat meletakkannya pada tempat yang memungkinkan untuk memprediksi bencana banjir di rumah kita sendiri. Sehingga kita dapat mengantisipasi sebelum banjir benar-benar merugikan kita.
Keyword: Rangkaian Sensor air, Sensor Air, Rangkaian Sensor, Contoh Rangkaian Sensor, Contoh Rangkaian Sensor Air, Sensor Air Sederhana, Skema Sensor Air


6 komentar:
apa tidak akan menyebabkan air jadi menghantar arus?
@randu simaremare , itulah tujuannya!
ketika air telah sampai pada kawat, hal tersebut akan membuat hubungan antara kawat 1 dan yang lain sehingga arus dari sumber dapat mengalir kerangkaian dan mengaktifkan relay yang selanjutnya mengaktifkan BUzzer.
Jika anda khawatir arus akan mengalir ke air dan membahayakan? Bukankah sumber yang dipakai menggunakan Baterai 9V dengan arus yang tidak sampai 2A. Lantas apakah dapat membahayakan?
bsa bantu kah gan, gmna rangkaiannya kalau sensor banjir di aplikasikan untuk mematikan listrik buat rumah tinggal atau memadamkan instalasinya..
tolong dibantu yaa gan solusinya . .
@wahyou thanks sob atas pertanyaannya:
sebenarnya cukup mudah. anda tinggal menghubungkan relay kerangkaian catu daya listrik utama di rumah anda. sebaiknya sebelum MCB sehingga ketika air telah benar-benar naik, aliran listrik akan langsung putus.
saran saya, perkuat dulu rangkaian pengaman relaynya untuk rangkaian beban ac.
terima kasih
Menarik, dengan baterai 9volt sudah pernah dicoba tahan berapa lama ?
Saya butuh pendeteksi ketinggian muka air untuk pencatat curah hujan.
Selama ini, saya pergunakan mikrokontroler untuk mencatat banyaknya curah hujan.
Namun kelemahannya, masyarakat tidak mampu untuk membuatnya sendiri. Jadi mereka menjadi ketergantungan dengan saya.
Sepertinya dengan rangkaian ini, mereka bisa membuatnya sendiri. Bahkan membuat sebanyak-banyaknya dengan biaya relatif murah sekali. (dibandingkan dengan mikro kontroler dengan segudang feature yang mubazir)
Kelemahannya, masyarakat harus membuang air hujan dalam penampungan setiap hari dengan interval yang sama.
Anda menggunakan transistor 2N2222A, bisa ngak sy ganti dengan A1015? Berpengaruh ngak terhadap pemakaian resistor di araea basis?
Poskan Komentar
Komentar anda begitu berarti bagi Perkembangan Blog ini.
Blog ini Do Follow. Akan ada Backlink Ke Blog/Sites anda jika anda meninggalkan link URL anda.
Nb. Sebisa mungkin Jangan gunakan Anonim!